Minggu, 19 Februari 2012

Keseragaman dan Kesederajatan Manusia




                                                                                                               
                                                                                                          





DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Manusia Keseragaman dan Kesederajatan
            A. Pendahuluan
            B. Keseragaman Manusia
            C. Manusia sebagai Subjek dan Objek
            D. transformasi Budaya dan Sasaranyya.
BAB II Faktor-faktor pengaruh keseragaman dan kesederajatan manusia
            A. Pengetahuan yang positif dan produktif.
            B. Keadilan Manusia dan Keadilan Tuhan
            C. Melestarikan Keseragaman dan kesederajatan
            D.  Masalah keseragaman dan kesederajatan
BAB III Penutup
            Kesimpulan dan Saran
Daftar Pustaka
  KATA  PENGANTAR


            Dalam Undang-Undang NO. 2 Tahun 1989 tentang system pendidikan Nasional, bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,memiliki pengetahuan dan keterampilan, kepribadian, mandiri serta bertanggunga jawab.
          Keseragaman manusia dan Kesederajatan merupakan masalah yang sangat rumit, salah satu pandangan filsafat mengatakan bahwa manusia makhluk monodualis jiwa raga, dari aspek jiwa manusia memiliki cipta, rasa, dan karsa sehinga dalam tingkah lakunya mampu mempertimbangkan. Nilai-nilai yang terkandung dalam keseragaman dan kesederajatan manusia akan membawa manusia pada potensi sebagai makhluk yang piling sempurna, dengan keistimewaan manusia menyebabkan manusia perlu keseragaman dan kesederajatan agar dapat memikul amanah sebagai kholifah yang bermoral dimuka bumi ini.
          Perbedaan dari kelompok masyarakat satu dengan kelompok masyarakat yang lain ini akan menyebabkan lemahnya mental dalam kehidupan sehari-hari oleh karena itu, manusia dilengkapi oleh potensi-potensi yang berupa kekuatan fisik, potensi mental meliputi akal bentuknya,kelebihan akal fikirnya, kewajiban berbakti dengan Tuhan dan potensi berupa qolbu hal ini menjadikan manusia bermoral, merasakan keindahan, kenikmatan beriman dan kehadiran Tuhan secara spiritual.

Surakarta,Oktober 2009

 Penulis               





BAB 1
MANUSIA KESERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN

A. PENDAHULUAN
          Masalah keseragaman dan kesederajatan manusia sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari hal ini erat kaitanya dengan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia yang bermacam jenisnya dan bentuknya, mereka menyadari bahwa keseragaman sangat diperlukan guna mencapai masyarakat yang sehat, damai, tentram,dan aman dan untuk mewujudkan ini semua perlu adanya pendekatan baik melalui ekternal maupn internal, Hakekat manusia merupakan masalah yang sangat rumit maka perlu adanya kesedaran yang tinggi untuk membentuk manusia yang bermoral mengingat potensi-potensi yang ada pada manusia sebagai mahkluk yang semprrna,maka kesederajatan sebagai manusia akan mudah tercapai.

B. KESERAGAMAN MANUSIA
            Hakekat manusia sama berasal dari Tuhan pencipta segala mahkluk dan alam semesta. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia diberi akal perasaan dan kehendak yang menyatakan kesempurnaannya sebagai makhluk budaya. Makhluk yang sifatnya menginginkan yang benar, dan yang bermanfaat bagi kehidupan bersama sesuai dengan kemampuannya. Sifat ini manusiawi semua manusia diciptakan sama memiliki kodrat. Kesamaan tersebut menunjukan eksistensiuniversal manusia dimana saja, oleh karena itu hakekat manusia itu sama. Namun dalam menhadapi lingkungan alam dan social manusia tadak hanya mewujudkan kesamaan tetapi juga ketidaksamaan dan ketidakseragaman, yang diungkapkan dalam berbagai bentuk dan corak fikiran, perasaan, perbuatan dan hasil fikiran serta perbuatannya.
          Karena manusia itu makhluk social yang menharuskannya hidup bermasyarakat, maka corak fikiran , perasaan, dan perbuatan yang tidak sama atau tidak seragam akan menhasilkan penilaian dan nilai-nilai yang disatu sisi bermanfaat dan menguntungkan sedangkan dilain sisi tidak bermanfaat dan merugikan kehidupan bersama. Untuk mengontrol corak pikiran, perasaan dan perbuatan mana yang manusiawi dan mana yang tidak manusiawi, manusia sebagai makhluk budaya berupaya menciptakan kesatuan pandangan. Kesatuan pandangan merupakan kesepakatan bersamadan diakui sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang dijadikan pedoman hidup bersama.

C. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK
          Dalam pengkajian masalah keseragaman, manusia menempati posisi ganda,artinya manusia tidak hanya sebagai subjek(pelaku) tetapi juga sebagai objek (sasaran). Masalah ini diarahkan pada :
       • diri manusia sendiri dan nilai-nilai kemanusiaan.
          hubungan manusia manusia, hubungan manusia dengan alam, dan                               hubungan manusia dengan Tuhan sang pencipta.
Atas  dasar terbut akan dapat dipahami sikap dan perbuatan manusiawi dan tidak manusiawi, sesuai dengan etika pergaulan dan sesuai dengan hokum.Beranjak dari diri manusia sendiri akan terunkap gambaran berbagai macam pola hidup manusia untuk mencapai keseragaman dan kesederajatan, penkajian diri manusia sendiri juga akan mengungkapkan berbagai aspek kehidupan manusiawi. Aspek kehidupan manusiawi ini diungkapkan melalui sikap dan perbuatan yang sesuai dengan system nilai budaya sebagai pedoman hidup, yakni saling menyayangi, melindungi, menghargai, menguntungkan, menyenangkan, dan membahagiakan yang dirasakan sebagai keindahan hidup.

D. TRANSFORMASI BUDAYA DAN SASARANNYA
a. Transformasi budaya
          Dalam tinjauan pendidikan dimaknakan sebagai fungsi penerus budaya tentang beberapa hasil kehidupan maupun akumulasi budaya , tagas manusia dalam hal ini dalah melengkapkan diri dengan material budaya agar dapat hidup dimasyarakat. Sebagai proses untuk mengarahkan dan mengatur manusia agar dapat mentranspormasikan diri dan dapat menerima budaya-budaya yang lain dengan menghargai nya. Diakui dalam masyarakat yang didalam nya terdapat keragaman budaya akan sangat sulit untuk menumukan keseragaman, namun dengan perkembangan yang ada sekarang ini pendidikan yang brtfungsi sebagai transmisi budaya sehingga nilai- nilai budaya dapat diselaraskan dengan norma-norma yang ada.

b. Klasifikasi Sasaran
          Lingkungan merupakan salah satu unsure dalam menentukan keseragaman dan kesederajatan. Memahami lingkungan tidak dapat dipisahkan dari pemahaman akan konsepsi pendidikan itu sendiri, mengapa demikian ? pendidikan merupakan proses untuk membentuk manusia menjadi manusia yang beradap, bermoral dan bertaqwa. Dari sini manusia akan berjalan untuk menghadapi berbagai macamjenis kehidupan untuk mencapai taraf hidup seimbang dari masyarakat satu dengan masyarakat yang lain, mengingat manussia adalah makhluk tang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan untuk saling menyayangi,memahami,dan  menghormati satu sama lain. dimana untuk mencapai keseragaman dapat dimulai dari :
diri sendiri sebagai manusia
lingkungan keluarga
lingkungan sekolah,kelompok,organisasi dan instansi lainnya
  lingkungan masyarakat /umum

a. diri sendiri sebagai manusia
          Sebelum melangkah lebih jauh manusia sebagai subjek( pelaku ) mampu menyesuaikan diri sebagai manusia dalam bentuk pendekatan- pendekatan diantaranya hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubugan terhadap Tuhan ( agama ) terutama tentang keagamaan nya agar dapat mencetak pribadi yang baik, pribadi yang mampu membedakan diri kita sebagai manusia dengan ciptaan nya lain. Karna dalam diri manusia terdapat unsure-unsur yang teriri dari jasmani dan rohani.
b. Lingkungan keluarga
          keluaga merupakan linkungan pertama bagi manusia dalam memproses prilaku, dilingkungan keluargalah pengaruh-pengaruh akan muncul tergantung pada bimbingan dalam keluaga, karena keluaga merupakan lembaga tertua yang bersifat informa dan kodrati. Lingkungan keluarga berfungsi :
membentuk dasar moral
menanamkan dasar sosial
mencetak pribadi yang beriman dan bertaqwa ( agama )

c. Lingkungan Sekolah
Sekolah sebagai lembaga pendidikan resmi dalam meyelanggarakan secara berencana, sengaja, terarah, sistematis yang dikemas secara terprogram. Disekolah inilah akan Nampak keseragaman dan kesederajatan manusia sebagai makhluk yang berakal, dengan aturan atau norma-norma yang diberlakukan disekolah yang berfungsi menyeratakan dan tidak membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya, misalnya ekonomi tinggi dengan ekonomi rendah. Contohnya dalam berpakaian sekolah dan administrasi lainya. Peranan dan fungsi sekolah ini untuk:
          membantu keluarga dalam mendidik.
          memberikan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap secara lengkap                       sesuai yang dibetuhkan.

d. Lingkungan masyarakat
masyarakat sebagai lembaga ketiga setalah lembaga pendidikan formal (sekolah ) akan memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam proses pembentukan kepribadian manusia.Lingkungan masyarakat berperan sebagai pematangan apa yang telah di terima dalam lingkungan sekolah dan keluarga, kegiatan ini meliputi:
       •  perkembangan rasa social dalam komunikasi dengan orang lain
       •  pembinaan sikap dan kerja sama dengan anggota masyarakat
       •  pembinaan ketrampilan dan kecakapan khusus yang belum didapat




BAB II
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH KESERAGAMAN
 DAN KESEDERAJATAN MANUSIA



A. PENGETAHUAN YANG POSITIF DAN PRODUKTIF

a. Pengetahuan yang Positif dan produktif
           Tentukan dahulu pengetahuan dan tujuan yang akan diproses, setelah itu tetapkan tijuan hidup serta sasaran sebagai acuan hidup yang setiap manusia menginginkan keseragaman atau kesamaan dalam menjalani kehidupan karena manusia itu sama derajat dan martabatnya jadi memiliki keinginan yang sama, misi dan visi yang sama pula . tetapi untuk memperoleh keseragaman dan kesederajatan ini memerlukan proses tersendiri.mengingat budaya global yang sekarang ini semakin mengglobal ini rasanya sulit bagi manusia untuk berdiri sendiri.
          Kemajuan teknologi  berperan dalam mengubah budaya yag terus mengglobal, banyak alat-alat yang dibuat dibeberapa tempat sebelum menjadi produk yang kita gunakan. Dalam waktu yang tidak lama lagi dipredisikan bahwa tidak aka ada lagi budaaya yang murni budaya setempat, hal-hal yang berpengaruh besar terbentuk nya budaya  global diantaranya pengunaan alat komunikasi dan elektronik seperti: televise, flim, video, dan internet yang dapat menyebarkan suatu berita dengan cepat dan masih banyak yang lain nya seperti munculnya organisasi dunia dibidang ekonomi seperti :APEC, WTO, OPEC dan kebudayaan lainnya yang memicu keseragaman dan kesederajatan manusia.
         

          Dalam mencapai pengetahuan yang positif akan lebih sulit dari pada pengetahuan yang negative, ini dapat kita pelajari melalui :

  belajar dari pengalaman diri sendiri
  belajar dari pengalaman orang lain
 belajar dari buku, audio book dan internet
•  pergaulan yang positif

b. Displin Diri Memproses Kesederajatan Hidup

          seperti diuraikan diatas memang tidak mudah untuk bisa disiplin dengan mengalahkan ego diri sendiri dan memelihara kedisplinan hidup. Padahal displin diri menunjukan sikap bahwa manusia itu rendah dan jika kita dapat mengendalikan ego kita sendiri bersrti manusia memproses dirinya bahwa sebenarnya manusia sama derajatnya dalam kehidupannya, ini dapat kita rasakan walaupun berbeda-beda suku,ras,budaya dan bangsa tetapi derajat kita sama sebagai manusia. Jadikanlah disiplin diri menjadi kebiasaan hidup kita sehari-hari maka keseragaman hidup dan kesederajatan manusia dapat kita rasakan dengan adanya Tuhan yang menciptakan manusia.

c. Unsur-unsur yang mendorong manusia dan kesederajatannya
          keseragaman dan kesederajatan ini merupakan suatu keadaan pikiran, oleh karena itu harus bisa dikembangkan. Seperti semua keadaan pikiran, keseragaman dan kesederajatan akan tumbuh dari satu sebab yang pasti diantaranya :

kepastian tujuan
          Mengetahui apa tujuan manusia dalam hidup yang akan dicapai, jika motif terhadap tujuan kita untuk mewujudkan keseragaman dan kesederajatan sangat kuat tentunya akan memaksa seseorang selalu mampu mengatasi kesulitan.
keinginan
          Untuk memelihara keseragaman dan kesederajatan dalam mengejar sasaran, diperlukan hasrat yang membara dan terus menerus dipelihara sehingga ia bisa menjadi keinginan yang besar.
kemandirian
          Keyakinan terhadap kemampuan diri kita sendiri untuk melaksanakan rencana serta mendorong seseorang mencapai tujuan ini sangat diinginkan pada setiap manusia sebagai makhluk sosial, kesadaran yang dimiliki nantinya akan membawa keseragaman, saling meghargai satu dengan yang lainnya dan kesederajatan manusia adalah hasil dari pola hidup yang sehat yang mampu memahami keadaan.
pengetahuan
Bagaimana mengetahui rencana yang mantap berdasarkan pengalaman atau pengamatan ini juga merupakan salah satu pendorong keseragaman manusia untuk membentuk pribadi yang mampu untuk mengambil suatu tindakan ini meliputi setrategi dan sasaran.
kerjasama
Kerjasama degan lajur yang positif  akan cendrung mengembangkan keuletan, ini berarti manusia mampu menerima dan mampu memberikan dengan pola pikir yang cocok sehingga akan mudah menghadapi kesulitan yang dihadapi, proses kerjasama ini adalah awal dari keseragaman dan bahwa manusia itu sama-sama memiliki potensi untuk menciptakan yang terbaik.
keimanan ( keyakinan )
          Dalam kehidupan manusia iman mempunyai kedudukan yang sangat penting, kerena semata-mata hamper seluruh aspek kehidupan manusiadan segala yang menjadi tindakannya selalu dilandaskan kepada iman (keyakinan, kepercayaan ). Memang sebagian manusia ada yang tidak percaya akan adanya sesuatu yang tidak dapat merasakannya. Bagi golongan manusia seperti itu, akan sulit menerima kehidupan. Meraka tidak akan penah merasa puas apa yang mereka capai.

B. KEADILAN MANUSIA DAN KEADILAN TUHAN
A. keadilan manusia
          setiap manusia memiliki beberapa kebutuhan di antaranya kebutuhan tersebut ada yang hanya dapat dipenuhi sempurna apabila berhubungan lasung dengan manusia. Dalam hubungan itu timbul kewajiban dan hak masing-masing pihak yang sifatnya seimbang, tidak berat sebelah. Pihak-pihak memenuhi kewajibannya dan hak nya secara seimbang pula dan juga tidak berat sebelah atau tidak sewenang-wenang. Keadilan manusia dalam hubungan atara sesame manusia, dan keadilan manusia itu bersifat relative.

a. konsep adil dan rasa keadilan
          adil dalah sifat manusia, menurut artinya. “adil “artinya tidak sewenang-wenang kepada diri sendiri maupun kepada pihak lain, pihak lain itu sendiri meliputi anggota masyarakat, alam lingkungan, dan Tuhan sang pencipta. Jadi konsep adil berlaku kepada diri sendiri sebagai individu, dan kepada pihak lain sebagai anggota masyarakat, alam lingkungan, dan Tuhan sang pencipta.
Tidak sewenang-wenang dapat berupa :
Sama ( seimbang ) nilai bobot yang tidak berbeda.
tidak berat sebelah, perlakuan yang sama, tidak pilih kasih.
Wajar, seperti apa adanya, tidak menyimpang, tidak lebih dan tidak kurang.
patut/layak, dapat diterima karena sesuai, harmonis, dan propesional.
Perlakuan terhadap diri sendiri, sama seperti perlakuan terhadap pihak lain dan              sebaliknya.
         
          Dalam konsep adil berlaku tolak ukur yang sama kepada pihak yang berbuat dan kepada pihak yang lain terhadap kemana perbuatan itu ditujukan implikasanya, prilaku kepada dirii sendiri seharusnya sama pula dengan perlakuan terhadap pihak lain. Misalnya pada pakaian seragam sekolah semuanya disamakan baik itu dari ekonomi tinggi maupun ekonomi rendah dan aturan-aturan yang berlaku baik itu dalam lingkungan sekolah maupu dalam msyarakat, ada norma-norma yang mengatur kehidupan manusia akan tetapi ada oknum-oknum tertentu yang tidak mematuhi sehinga dapat menimbulkan kesenjangan social.

b. Perlakuan adil
setiap manusia dapat melihat perlakuan adil itu dari sudut pandang masing-masing, sehingga tanggaapannya mungkin sama dan mungkin juga tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Kemungkinan ketidaksamaan itu terletak pada nilai bobot kualitas  perlakuannya berbeda, maka timbullah gradasi peerlakuan dari perlakuan adil keperlakuan yang kurang adil sampai keperlakuan yang tidak adil. Banyak contoh yang dapat kita ambil dari prilaku adil, dalam kehidupan sehari-hari kita telah melakukan ibadah menurut keyakinan nya masing-masing ini juga merupakan penyataan adil kita terhadap waktu dalam artian kita dapat membagi waktu dengan baik karena perlakuan adil itu bermula dari kesadaran kita sendiri.

c. Prilaku tidak adil
          sebaliknya, apabila perlakuan manusia tidak disadari oleh rasa keadilan yang akan terjadi adalah perlakuan tidak adil. Akibat perlakuan sewenang-wenang adalah penderitaan dan ketidakpastian kehidupan manusia menjadi tidak menentu, tidak tentram, dan gelisah bahkan mungkin kematian. Banyak contoh perlakuan tidak adil baik yang terungkap dalam kehidupan nyata maupun dalam karya cipta.

          Pada tanggal 8 januari 1987, dalam harian suara karya Jakarta diberitakan tentang perlakuan tdak adil seorang presiden terhadap rakyatdan pejabat tinggi negaranya. Presiden yang dimaksud adalah diktato jean Bedel Bokasa, sebagaimana dikutip sebagai berikut:
Presiden Afrika tengah jean bedel bokasa ketika masih berkuasa memerintahkan membunuh seorang wanita bernama Monique yimale, karena wanita ini memiliki empat buah dada.
          Keadilan manusia yang terjadi dalam hubungan antara sesama manusia dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga) macam , yaitu keadilan koordinatif, subordinatif, dan superordinatif. Ketiga macam keadilan ini mempuyai arti tersendiri diantaranya:
keadilan koordinatif
Keadilan koordinatif terjadi dalam hubungan antara sesama anggota masyarakat (anggota kelompok ). Dalam hunungan tersenut kedudukan pihak-pihak tersebut setara, sejajar, dan tidak melebihi sata sama lain. Menurut prof. Djojodigoeno (1956) hubungan koordinatif dibedakan dua tipe yaitu: hubungan pamrih dan hubungan pengutuban. Dalam hubungan pamrih tiap pihak dibebani kewajiban dan diberi hak yang seimbang, dan harus saling memenuhi kewajiba untuk memperoleh hak nya. Ukuran keadilan biasanya sudah ditetapkan berupa nilai atau harga yang sama antara kewajiban dan haknya

keadilan subordinatif
          Keadilan subordinatif terjadi dalam hubungan dengan penguasa atau warga negara dengan pemerintah. Anggota rakyat telah memilih dan mengangkat pemimpinnya sebagai penguasa, penguasa wajib memenuhi tuntutan rakyat secara wajar, berarti adil. Apabila penguasa menjadi dictator dan memerintahkan semaunya sendiri, ini tidak adil. Keadilan subordinate dapat terjadi karena rakyat telah bersedia melaksanakan kewajiban atau pengabdian terhadap negara, tentunya saling memahami sebagai penguasa dan rakyat atas tugasnya atau kedudukannya masing-masing.

keadilan superordinstif
          Keadilan superordinatif terjadi dalam hubungan penguasa dengan rakyat atau pemerintah dengan warga negaranya,dalam hubungan superordinatif inisiatif pelaksanaan memenihi kebutuhan rakyat dimulai dari penguasa terhadap rakyat. Pemenuhan kebutuhan rakyat oleh penguasa merupakan realisasi janji penguasa terhadap rakyat ketika akan diangkat sebagai penguasa, apabila penguasa telah melaksanakan program dengan baik mulai dari pembangunan, kesehatan ,dan kesejahteraan rakyat, keseragaman hidup dalam masyarakat akan tejamin dan tingkat kesedaran manusia lebih baik sehingga nilai kesederajatan manusia mudah di cerna dan diterima dalam kehidupan sehari-hari.

d. keadilan Tuhan
          Keadilan Tuhan terjadi dalam hubungan manusia dengan Tuhan, keadilan Tuhan bersifat mutlak. Tuhan adalah pencipta segalanya, karena manusia itu adalah makhluk ciptaannya sudah adil apabila dalam hubungan manusia dengan Tuhan itu manusia harus mengabdi kepada Tuhan. Prof. Dr. Harun Nasution menyatakan bahwa keadilan ajaran yang sangat penting dalam agama, keadilan disini adalah kehendak atau kekuasaan Tuhan. Manusia hidup sesuai dengan kekuasaan Tuhan. Manusia bebas mengunakan akalnya untuk mewujudkan kehendaknya baik atau pun buruk.

C. MELESTARIKAN KESERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN

Kesadaran sebagai manusia
          sebagai manusia kita sadar akan apa yang dihrapkan oleh mesip manusia, apa bila kita dapat melestarikan keseragaman dan kesederajatan  manusia dalam kehidupan sehari-hari tentunya akan membawa keharmonisan, perdamaian, dan suasana yang sehat.

Tanggung Jawbab sebagai Manusia
          Seorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau pengertian atas segala perbuatan dan akibnyab bagi diri sediri dan bagi kepentingan pihak lain, atau bagi alam lingkungan atu bagi Tuhan. Tanggung jawab adalah salah satu agar keseragaman dan kesederajatan dapat menjadi cuan kita.

Atas dasr hubungn dengn pihak lain atau alam lingkungan dan Tuhan, dapat dikenal dan diinventarisasikan beberapa ragam tipe tanggung jwab :
          tanggung jawab kepada diri sendiri
          tanggung jawab kepda keluarga
          tanggug jawbab kepada sesame manusia
          tanggnug jawab kepada lingkungan / alam
          tanggung jawab kepada Tuhan
Tipe-Tipe ini yang nantinya membwa manusia menuju kesadaran bahwa manusi saling membutuhkan satu sama lain.

D. MASALAH KESERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN
•      Banyak  manusia yang tahu tentang peraturan dan hukum akan tetapi masih              banyak yang belum mengetahui dan masih banyak yang belum mempunyai           kesadaran untuk menerapkan dalam  kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini        manusia sangat berpengaruh pada linngkungan tempat tinggalnya. Dalam    menjalani kehidupan sehari-hari manusia telah diatur dengan pancasila dan undang-undang daras 1945 yang menjadi landasan hidup. Namun masih      banyak yang belum dapat memahami dan menerapkan dalam kehidupan.
Ada beberapa factor antara lain:
1. Faktor keturunan
          Faktor yang mengatakan bahwa sifat dan bakat anak itu diturunka dari orang tuanya atau pembawaan anak yang dibawa sejak lahir.

2. Faktor lingkungan
Faktor ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kepribadian anak. Faktor lingkugan itulah dari pengalaman-pengalaman yang memperkaya pengetahuan manusia.

3. Faktor diri (Self)
          Merupakan factor yang berasal dari diri sendiri. Faktor ini dapat berupa motivasi dari diri manusia sendiri berupa hal-hal yag unik dari manusia sendiri, misalnya:kecerdasan yang berbeda, sikap yang berbeda, watak atau tabiat, dan lain-lain.

4. Faktor religi.
          Keyakinan terhadap pencipta membuat manusia berusaha untuk memahami perbedaaan, serta menyeimbangkan factor-faktor diatas. Sehingga, tercapailah kesederajatan dalam hidup.





















BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

          Keseragaman dan kesederajatan merupakan keinginan dan tujuan setiap manusia dalam menjalani kehidupan agar tercipta suasana yang harmonis, aman, tentram, dan damai. Menciptakan suasana  yang  indah adalah tujuan kita bersama, Tanggung jawab manusia untuk melakukan introspeksi diri dalam menjalani kehidupannya,Tanpa keseragaman dan kesederajatan alangkah meruginya kita sebagai mnusia yang didalam nya terdapat potensi-potensi yang tidak dimiliki ciptaan Tuhan selain manusia.














DAFTAR PUSTAKA

Alisyahbana, Sultan Takdir,  prof. Dr. S.H. 1981. Kebudayaan dan  peradaban.

          2000, Pendidikan, kebudayaan madani Indonesia, Bandung:Remaja rosda karya .

          HAR Tilaar, 1999, pendidikan, kebudayaan dan masyarakat madani Indonesia, strategi Reformasi pendidikan Nasional, Bandung: Remaja rosda karya.

          Koentjaraningrat, prof. Dr. 1982, kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. penerbitGramedia. Jakarta.

Darmono, Sapardi Djoko, prof. Dr. 1981. Tanggung Jawab.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar