Minggu, 19 Februari 2012

Unsur-unsur Motivasi


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Berani gagal, ungkapan yang jarang kita dengar… Kegagalan adalah sukses yang tertunda, itulah yang sering kita dengar. makalah ini menyajikan pemikiran  yang dapat memotivasi diri anda untuk selalu bangkit dari kegagalan. Mungkin kami dapat menginspirasi anda untuk selalu tidak menyerah dalam menghadapi segalah masalah. Kehidupan itu seperti roda, jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses anda yang tertunda. Sukses tidak hanya dilihat dari banyaknya harta tetapi dari berapa banyak usaha kita untuk mencapai kesuksesan itu.
Motivasi merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi belajar individu yang bagian dari sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen sistem lainnya. Tanpa adanya dorongan jiwa untuk melakukan suatu kegiatan belajar.
Dalam keadaan yang strategis, motivasi memiliki fungsi dalam dunia pendidikan;, motivasi memiliki konstribusi besar dan strategis bagi individu dalam pola mengembangkan kemampuan dan kematangan dalam menyiasati setiap permasalahan.. Sehingga ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan dalam kerangka menciptakan situasi kondusif, dinamis dan kostruktif tatanan dunia ini berlangsung secara kontinum.
 Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.

B. PERUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud motivasi ?
2. Apa yang menjadi landasan Teori-Teori Tentang motivasi ?
5. Apa Unsur-Unsur yang mempengaruhi Motivasi Belajar ?
6. Bagaimana Cara meningkatkan Motivasi belajar ?
7. Tindakan apa yang harus dilakukan untuk memotivasi siswa ?
8.Bagaimana pengaplikaian Model ARCS dalam pembelajaran ?
9..Jenis dan Sifat Motivasi ?

C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH
1. Memahami pengertian Motivasi
2. Mengetahui landasan pengembangan Motivasi
3. Menjelaskan komponen-komponen Motivasi Belajar
4.Mengetahui Unsur-Unsur yang mempengaruhi motivasi belajar
5. Menjelaskan model atau Aplikasi belajar
6.Menjelaskan cara meningkatkan motivasi belajar siswa
7. Mengetahui Tindakan untuk memotivasi siswa
8. Memahami Jenis dan Sifat Motivasi

BAB II
PEMBAHASAN

A.PENGERTIAN MOTIVASI DAN TEORI-TEORI MOTIVASI
1. Pengertian Motivasi
Motivasi merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi belaj dalam dunia pendidikan. akan tetapi makna secara lengkapmasih sering dikacaukan dengan istilah-istilah lain yang hamper mirip baik cara mengucapkan maupun ejaannya. Seperti motif yang terdapat dalam bidang seni lukis, yang berarti tema atau motion yang terdapat dalam bidang film yang berarti gerak.
Menurut Echols dan Shadily, motivasi dapat disamakan dengan motif. Keduanya termasuk jenis kata benda yang berarti alas an, sebab, daya batin, dorongan. Sedangkan menurut Marriam Webster berpendapat bahwa kata motif berasal dari bahasa latin :yaitu, Matus yang berarti sebagai suatu yang menyebabkan seseorang bertindak. Motifasi diartikan sebagai tindakan seseorang atau proses memberikan dorongan.
  Bruno berpendapat bahwa motif dapat disamakan dengan organism untuk menentukan suatu pilihan-pilihannyadan prilaku yang beroreantasi pada tujuan.
Sedangkan Kartono dan dali gulo berpendapat bahwa motivasi mengandung dua arti yaiti:
1.      Kontrol batiniah dari tingkah laku seperti yang dimiliki oleh kondisi-kondisi fisiologis, minat-minat, kepentingan-kepentingan, sikap dan opini.
2.      Kecendrungan organism untuk melakukan sesuatu sikap atau prilaku yang dipengaruhi oleh kebutuhan dan diarahkan kepada tujuan tertentu yang telah direncanakan.
2 .Teori-Teori Tentang Motivasi

Motivasi Merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan tingkah laku manusia. Tikah laku manusia yang satu berbeda dengan preode yang lain, adapun keenam teori tersebut ialah: Teori kognitif,Teori hedonisme, Teori insting, Teori psikoanalitis, Teori keseimbangan, Teori dorongan. Adapun pengertian keenam teori tersebut ialah:

a.Teori Kognitif

Menurut Ratna Willis Dahar,konsep kognitif dapat di artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight,reasoning,menggunakan logika induktif dan deduktif.Dengan demikian menurut pandangan teori kognitif,manusia adalah makhluk rasional,demikianlah pandangan dasar para penganut teori ini.Berdasarkan rasionya manusia bebas memilih dan menentukan apa yang akan dia perbuat.Tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya.Semakin inteligen dan berpendidikan,otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya,dan secara sadar pula akan melakukan perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tersebut.
Menurut teori ini,tingkah laku tidak di gerakan oleh apa yang disebut motivasi,melainkan oleh rasio.Setiap perbuatan yang akan dilakukannya sudah dipikirkan alasan-alasannya.Oleh karena itu setiap orang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas segala perbuatannya.Disini tidak dikenal perbuatan-perbuatan yang berbeda diluar control rasio.
Pandangan di atas adalah pandangan para filsuf kuno seperti sokrates,plato,dan Thomas Aquinas.Bahkan pandangan ini pada masa yang silam hamper menjadi pandangan umum dikalangan masyarakat.
Didalam teori ini juga juga diletakkan pentingnya fungsi kehendak.Bahkan fungsi kehendak disejajarkan dengan fungsi berpikir dan fungsi perasaan,sejauh fungsi berpikir dapat dipertanggungjawabkan.Teori ini tidak menyadari bahwa kadang-kadang tindakan manusia itu berada diluar control rasio,sehingga sukar mempertanggungjawabkannya.Disinilah justru letak kelemahan teori ini,yaitu tidak dapat menerangkan tindakan-tindakan yang berada diluar control rasio.Apakah tindakan-tindakan semacam ini tidak termasuk dalam tingkah laku manusia?Hal ini akan terjawab bila konsep motivasi mendapat tempat dibelakang setiap tingkah laku,baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

b.Teori Hedonisme

Teori ini mengatakan bahwa segala perbuatan manusia,entah itu disadari ataupun tidak disadari,entah itu timbul dari kekuatan luar ataupun kekuatan dalam,pada dasarnya mempunyai tujuan yang satu,yaitu mencari hal-hal yang menyakitkan.Meskipun orang dapat mengatakan berbagai macam alasan yang bagus,namun sebenarnya segala perbuatannya hanya mempunyai satu tujuan,yaitu mencari hal-hal yang menyenangka.
Teori ini sangat berpengaruh pada abad XVIII dan XIX.Para pendukung teori ini antara lain adalah John Locke.Teori ini mendapat banyak kritik dari para ahli psikologi,karena sangat menggantungkan diri pada pengalaman seseorang saja,sehingga sifatnya sangat subjektif.Sulit sekali dikatakan bahwa secara objektif tindakan seseorang itu selalu mencari hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan.Mungkin saja oleh seseorang suatu tindakan dipandang mencari keenakan tetapi oleh orang lain justru dipandang sebaliknya.
Dengan kata lain,teori ini dipandang kurang ilmiah karena hanya mendasarkan diri pada pengalaman subjektif manusia.Meskipun demikian diakui pula oleh umum bahwa memang banyak tindakan kita yang sangat sesuai dengan teori hedoistis ini.Oleh karena itu tidak mengherankan jika teori ini sampai saat ini pun masih mempunyai pengaruh yang besar di dalam masyarakat.
Tahun-tahun belakangan ini teori hedonistis diberi arti baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Dalam hal ini,Mc.Clelland member pengertian baru dalam teori hedonistis.Adapun pokok pikirannya adalah sebagai berikut:
Semua rangsang yang terdapat di lingkungan sekitar kita pada hakikatnya menimbulkan keadaan nikmat atau keadaan sakit.Rangsang yang menimbulkan keadaan nikmat/enak menyebabkan seseorang bereaksi mendekati rangsang itu.Sebaliknya rangsang yang menimbulkan keadaan tidak enak menyebabkan reaksi menjauh.Masalah rasa enak atau tidak enak yang di alami oleh seseorang itu banyak tergantung pada adaptasi seseorang dengan rangsang yang mendahuluinya.Sebagai contoh,orang tidak akan begitu merasa terganggu dengan suara mesin yang sangat membisingkan,bila suara itu sudah biasa didengar setiap hari.Tetapi bagi orang yang belum pernah mendengarkannya,suara itu akan dirasa sangat menyakitkan.
Jika dikaitkan masalah motivasi,dapat dikatakan bahwa tindakan seseorang sangat tergantung pada antipasti/ekspektansi seseorang terhadap objek/rangsang yang dihadapinya.Antipasi yang positif terhadap rangsang akan menimbulkan reaksi mendekat,sedangkan antipasti negative terhadap suatu rangsang akan menimbulkan reaksi menjauh.Suatu objek/rangsang yang diduga akan membawa rasa nikmat/enak akan menimbulkan reaksi mendekat.
Dengan kata lain,menurut teori hedoistis yang diperbaharui ini reaksi seseorang/tingkah laku seseorang dapat dibedakan menjadi dua yaitu tingkah laku mendekati rangsang yang dirasa akan membawa keenakan dan tingkah laku menjauhi rangsang yang dirasa akan membawa rasa tidak enak.Unsur pokok motivasi adalah antipasti.Teori hedonistis ini menggunakan “affectivearousal model” yang intinya mengatakan bahwa setiap rangsang pada hakikatnya telah membawa keadaan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak.

c.Teori Insting

Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang telah membawa “kekuatan biologis” semenjak lahirnya.Kekuatan biologis inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertentu,demikianlah dasar pemikiran teori insting.Kekuatan instingtif inilah yang seolah-olah memaksa seseorang untuk berbuat dengan cara tertentu,untuk mengadakan pendekatan kepada rangsang dengan cara tertentu.
Teori ini berkembang pesat pada waktu Darwin mencetuskan teori evolusinya.Dalam teori evolusinya Darwin mengatakan bahwa antara manusia dan binatang tidak ada perbedaan yang tajam,karena pada hakikatnya manusia merupakan hasil evolusi seperti halnya binatang,lebih-lebih binatang tingkat tinggi.Tingkah laku binatang disebut tingkah laku instingtif,karena binatang tidak mempunyai pikiran.Segala tingkah lakunya didasarkan pada kekuatan biologis yang dibawa sejak lahir.Karena manusia tidak jauh berbeda dengan binatang,maka tingkah laku manusia pun bisa disebut berdasarkan instingtif.
Teori ini sangat bertentangan dengan teori rasionalis.Kalau teori rasionalis menekankan fungsi pikiran manusia sebagai penentu tingkah laku manusia,teori instinglah menyatakan bahwa pikiran manusia pun dikuasai oleh insting,atau dengan kata lain,pikiran manusia pun dikendalikan oleh insting.
Pada umumnya para ahli psikologi dapat menerima pendapata bahwa sebagian tingkah laku manusia memang ditentukan oleh instingnya,misalnya saja tingkah laku anak yang baru saja lahir.Pada waktu anak lahir,fungsi pikiran tentu saja belum berjalan,namun anak toh berbuat sesuatu.Tingkah laku anak pada waktu itulah yang dapat dikatakan tingkah laku instingtif.

d.Teori Psikoanalitis

Teori psikoanalitis merupakan pengembangan teori insting.Dalam teori ini pun diakui adanya kekuatan bawaan didalam diri setiap manusia,dan kekuatan bawaan inilah yang menyebabkan dan mengarahkan tingkah laku manusia.Anak merasa jengkel,ia akan menggigit tangannya sendiri atau memukul kepalanya sendiri.Bukti-bukti tersebut menunjukan bahwa baik insting kehidupan maupun insting kematian telah bekerja sejak anak masih kecil.
Tingkah laku-tingkah laku yang didorong oleh kedua insting dasar tadi seringkali tidak sesuai dengan norma-norma sopan santun yang terdapat dilingkungan masyarakat.Oleh karena itu tidak jarang para orang tua memberikan larangan-larangan dan batasan-batasan terhadap beberapa tingkah laku yang sekirannya bertentangan dengan norma sopan-santun yang berlaku.
Sebagai akibat dari batasan dan larangan terhadap kebebasan berbuat atas dorongan kedua insting tersebut terbentuklah apa yang disebut kompleks terdesak,yaitu kumpulan tingkah laku yang ditekan karena tidak pantas dimunculkan.Kompleks terdesak ini tidak dapat diam begitu saja,melainkan tetap mencari kesempatan ntuk dapat muncul menjadi tingkah laku overt.Kompleks yang terdesak ini menjadi motif-motif yang tidak sadar,itulah sebabnya seringkali orang sendiri tidak dapat mengerti,mengapa ia berbuat sesuatu tindakan.Dalam hal seperti inilah kiranya motif tidak sadar sedang bekerja.
Motif-motif tidak sadar dapat menampakkan diri dalam berbagai bentuk,misalnya dalam bentuk mimpi.Pada waktu bermimpi seringkali orang merindukan sesuatu yang sebenarnya sudah dilupakan,sudah tidak disadari lagi.Motif tidak sadar dapat juga muncul dalam bentuk salah ucap(slips of speech).
Sesuatu yang kita tekan,yang tidak kita bicarakan dengan orang lain tetapi yang selalu mengganggu pikiran kita,suatu ketika dapat muncul dalam bentuk salah ucap atau salah bicara tanpa kita sadari.Kita baru sadar setelah hal itu terjadi.Ada juga beberapa symptom penyakit,terutama beberapa penyakit mental,yang kiranya disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan dalam diri seseorang.
Freud,seseorang tokoh psikoanalitis mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh kekuatan dasar yaitu:insting kehidupan dan insting kematian.Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual sedankan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku-tingkah laku agresif.Insting kehidupan (Eros) mendorong orang uantuk tetap hidup dan berkembang.Sedangkan insting kematian (Thanatos) mendorong orang kea rah penghancuran diri sendiri,misalnya dalam bentuk bunuh diri,maupun penghancuran diri orang lain dalam bentuk perbuatan-perbuatan agresif.
Berdasarkan dua kekuatan dasar itu Freud membagi motif manusia menjadi dua,yaitu motif seksual dan motif menyerang.Kedua motif ini menggerakkan tingkah laku manusia sejak lahir.Misalna saja anak kecil kalau diraga pada bagian yang sensitive akan merasa senang.Juga kalau tidak dipenuhi.Kebutuhan yang mendalam dan ditekan karena merasa tidak dapat memenuhinya dapat menimbulkan suatu penyakit mental.
Pada umumnya para ahli psikologi mengaku bahwa tidak semua tingkah laku manusia itu jelas motivasinya,namun belum berani mengatakan bahwa terdapt motif yang tidak disadari.Paling-paling mereka mengatakan bahwa tingkah laku manusia yang memang kurang disadari motivasinya.Oleh karena itu kritik terhadap teori psikoanalistis ini umumnya berkisar pada keraguan bahwa mimpi,salah ucap dan lain-lain tentu sebagai akibat dari motif yang tidak disadari.

e.Teori Keseimbangan

Teori keseimbangan (Homeostatis) berpendapat bahwa tingkah laku manusia terjadi adanya ketidakseimbangan didalam diri manusia.Dengan kata lain,manusia selalu ingin mempertahankan adanya keseimbangan didalam dirinya.Sebagai contoh,orang yang lama berada dibawah terik matahari merasa panas,suhu tubuhnya naik sehingga terjadi keadaan tidak seimbang(disequilibrium) maka ia segera berjalan mencari tempat yang teduh agar suhu badan menjadi normal kembali,atau terjadi keadaan seimbang lagi.Demikian seterusnya dimana terjadi keadaan tidak seimbang didalam diri manusia,maka segeralah orang bertindak untuk mengembalikan keadaan sampai seimbang lagi.
Prinsip keseimbangan pada binatang bersifat statis,sedangkan pada manusia bersifat dinamis.Bila seekor binatang merasa lapar,yang berarti terjadi disequilibrium didalam dirinya,maka binatang tersebut segera mencari makan dan makan sampai kenyang.Sedangkan pada manusia,soalnya menjadi lain.Bila manusia lapar ia segera mencari makan.Tetapi kalau ia makan sampai kenyang,ia akan mengalami disequilibrium baru yang lebih tinggi sifatnya,misalnya lalu ingin merokok atau ingin membaca dan lain-lain.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan,bahwa tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan,dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pencapain tujuan yang dapat memenuhi/memuaskan kebutuhan itu.Begitu seterusnya,sehingga dapat terjadi suatu lingkaran motivasi(motivasi circle).
KEBUTUHAN      TINGKAH LAKU     TUJUAN
Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan didalam diri individu membuat individu yang bersangkutan melakukan sesuatu tindakan,tindakan itu mengarah pada suatu tujuan,tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada.Bila kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi,akan terjadilah keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi,keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya,sehingga manusia boleh dikatakan tidak pernah diam.
Kebutuhan manusia secara umum dapat dibedakan menjadi dua.Yang pertama kebutuhan biologis,yang juga biasa disebut kebutuhan primer karena kebutuhan ini mutlak diperlukan agar manusia dapat hidup.Contoh kebutuhan primer ialah makan,minum,bernafas,istirahat.Yang kedua ialah kebutuhan psikologis atau sering juga disebut kebutuhan sekunder,yaitu kebutuhan yang bila dipenuhi akan menyebabkan orang menjadi lebih bahagia hidupnya.Contoh kebutuhan sekunder ialah:kasih saying,pujian,perasaan aman,kebebasan dan lain-lain.
Menutut A.H.Maslow,kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat berkembang dengan baik adalah sebagai berikut:
1.      Kebutuhan biologis
2.      Kebutuhan akan rasa aman
3.      Kebutuhan akan cinta kasih dan rasa memiliki
4.      Kebutuhan akan penghargaan
5.      Kebutuhan untuk tahu
6.      Kebutuhan akan keindahan
7.      Kebutuhan akan kebebasan bertindak(aktualisasi diri)
f.Teori Dorongan

Teori dorongan menekankan pada hal yang mendorong terjadinya tingkah laku.Bahkan sebenarnya teori keseimbangan dasarnya adalah teori dorongan ini,dan teori keseimbangan memperkuat kebenaran teori dorongan ini.Teori dorongan diperkenalkan oleh Robert Woodworth pada tahun 1918.Pada waktu itu Woodworth mengartikan dorongan sebagai suatu tenaga dari dalam diri kita yang menyebabkan kita berbuat sesuatu.Oleh karena itu kata motif juga diberi arti dorongan yang menimbulkan dan mengarahkan tingkah laku manusia.
Dalam arti tertentu dorongan disini mirip dengan insting,misalnya saja dorongan seksual,dorongan mencari makan karena lapar dan seterusnya.Dorongan-dorongan seperti ini sifatnya asli,tidak perlu dipelajari,instingtif.Perbedaan pokok antara dorongan dan insting sering kali memang tidak jelas,namun teori dorongan ini lebih didasari oleh eksperimen-eksperimen yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan.Timbulnya dorongan,bertambah kuatnya dorongan maupun berkurangnya kekuatan dorongan dapat diukur secara objektif.Misalnya saja makin kuat dorongan seseorang untuk makan dapat diketahui dari tekanan darahnya,kuatnya dorongan seksual,dapat diketahui dari jumlah hormone seksual yang beredar dalam darah dan seterusnya.
Teori dorongan ini semakin banyak diakui setelah muncul teori homeostatis(teori keseimbangan),yang diajukan oleh ahli psikologi Walter B.Cannon pada tahun 1932.Dalam konsep pemikiran tersebut dikatakan bahwa seringkali terjadi ketidakseimbangan di dalam diri manusia.Dorongan adalah salah satu usaha (otomatis) untuk dapat mengembalikan keadaan seimbang.Teori dorongan ini pada umumnya diakui kebenarannya oleh para ahli psikologi.

B.     UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR

Seperti yang telah dibicarakan didepan, bahwa motivasi dapat juga timbul melalui diri individu yang bersangkutan maupun dari orang lain atau sesuatu yang ada diluar diri individu myang bersangkutan. Motivasi itu tidak berdiri sendiri, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa unsure seperti :cita-cita siwa, kemampuan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan belajar, unsure-unsur dinamis pembelajaran, dan upaya guru dalam membelajarkan siswa. Dibawah ini uraian tentang unsure-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar :

a.       Cita-cita atau Aspirasi siswa ; cita-cita yang teleh tertanam pada diri siswa merupakan motivasi yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar. Oleh karena itu, guru perlu menanamkan cita-cita anak didik sejak masih ditaman kanak-kanak.
b.      Kemampuan Siswa, Menurut pembawaan nya, siswa yang stu berbeda dengan dari yang lain. Pembawaan yang berhubungan dengan pembawaan kecakapan seseorang dalam memecahkan permasalahan disebut kemampuan.
c.       Kondisi Siswa : Kondisi seseorang dapat dibedakan dalam kondisi psikis dan kondisi phisik. Kondisi psikis seperti perhatian, minat, perasaan, ingatan dan semacamnya semua itu berpengaruh terhadap motivasi dalam belajar, jika dalam keadaan normal anggota badan yang lain besar manfaatnya untuk meningkatkan motivasi beljar.
d.      Kondisi lingkungan hidup, kondisi lingkungan seperti tersedianya fasilitas belajar, lingkungan phisik dan lingkungan psikis. Besar pengaruhnya terhadap usaha peningkatan motivasi belajar. Yang dimaksud dengan fasilitas disini ialah, segala sesuatu yang secara langsung berhubungan dengan proses belajar. Seperti alat tulis, buku bacaan, media belajar, dan semacamnya.
e.       Unsur-unsur dinamis belajar. Dalam bab satu sudah dikemukakan bahwa unsur-unsur dinamis belajar meliputi motivasi, materi, alat bantu, suasana dadn pengembangan belajar, dan kondisi subyek yang balajar. Motivasi yang dating dari dalam diri siswa memang besar manfaatnya, akan tetapi jika hal tersebut tidak kunjung muncul, maka gurulah yang bertugas memunculkannya. Materi yang disajikan hendaknya disusun sedemikian urut, sehingga tidak menyebabkan siswa jemu. Alat bantu pengajaran harus diusahakan, agar tidak menimbulkan verbalisme. Namun demikian alat bantu yang terlalu banyak menyebabkan kekacauan suasana kelas, disamping guru sendiri mengalami kerepotan. Apa lagi jika ada beberapa alat bantu yang kurang mengena. Suasana pengajaran memerlukan ketrampilan tersendiri dari pihak guru. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan metoda dan strategi secara berganti-ganti, disamping guru dituntut untuk menciptakan suasana selalu segar. Dalam hubungannya dengan kondisi siswa yang belajar, guru dituntut untuk mawas. Banyak kasus yang dating dari siswa menyebabkan kelas tidak kondusuf, seperti misalnya anak yang selalu membuat gaduh, mengantuk, nakal, membadut, dan semacamnya.
f.       Upaya guru dalam membelajarkan siswa. Dalam suatu proses belajar mengajar, gurulah yang merupakan factor penggerak. Dia harus bertindak sebagai manusia yang serba bias, baik memarahi atau memuji, menghukum atau memberi hadiah, menanyai atu menunjuki, mengajak atau menyuruh, melarang atau membebaskan, dan lain-lain. Untuk mengantisipasi tugas yang begitu rumit itu, maka guru hendaknya berpegang pada hal-hal yang bersifat bijaksana. Banyak contoh mengenai kebijaksanaan, seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, Tut Wuri Handayani ; petunjuk astha bharata, dan lain-lain.
a.      Upaya meningkatkan motivasi belajar
Ada banyak upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Disini akan dibicarakan beberapa upaya, yaitu yang berhubungan dengan prinsip-prinsip belajar, unsure-unsur belajar, pemanfaatan pengalaman, dan pengembangan cita-cita.
v  Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Disana dikemukakan empat aliran psikologi tentang belajar, yaitu aliran Behavioristik, Kognitif, Humanistik, dan Gestalt. Masing-masing aliran ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Guru wajib mengetahui dan mengkaji semua teori itu, guna mengantisipasi anak didik yang membutuhkannya.
v  Mengoptimalkan unsure-unsur dinamis belajar. Kemampuan guru akan Nampak dalam usahanya menumbuhkan motivasi, menyajikan materi pelajaran, memilih – mengatur – menggunakan/mendemostrasikan alat bantu, mengusakan agar suasana belajar tetap kondusif, dan menangani serta mengarahkan kondisi siswa.
v  Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman. Pengajaran tidak akan berhasil baik jika tidak memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki. Hal ini dapat berupa bahan apersepsi, mempermudah menjelaskan ( terutama jika bahan yang bersifat prerequisite ). Kemampuan guru untuk mengelola pengalaman awal ini sangat membantu untuk meningkatkan prestasi siswa.
v  Mengembangkan cita-cita. Cerita tentang orang-orang terkenal atau para tokoh yang berhasil, perlu dijelaskan kepada siswa guna memberikan harapan-harapan yang dapat diperoleh dengan usaha yang keras. Dengan demikian guru akan memberikan penguatan atau motivasi bagi siswa untuk belajar dan bekerja keras.

b.      Tindakan untuk memotivasi siswa
Tindakan untuk memotivasi siswa merupakan suatu proses yang sangat penting bagi individu untuk membentuk jiwa atau hasrat untuk melakukan suatu kemampuan. Adapun beberapa tindakan yang dapat memotivasi siswa diantaranya ialah
·         Terimalah siswa sebagaimana apa adanya
·         Berilah siswa kepercayaan dan bantulah mereka untuk menjadi berani ( terdorong )
·         Berilah penekanan pada hal-hal positif
·         Bantulah siswa menilai diri mereka sendiri dan kurangi persaingan ( kompetisi )
·         Libatkan siswa untuk membantu satu sama lain
C.    Model-model pengembangan aplikasi dalam pembelajaran
·         Attention ( perhatian ) pembelajaran supaya menarik perhatian siswa, dapat dilakukan dengan metode variasi, metode yang menarik, ada humor, contoh nyata, dan Tanya jawab.
·         Relevance (relevansi ) ada hubungan antara materi dengan kebutuhan dan kondisi siswa : nilai personal, nilai instrumental, nilai cultural : menjelaskan manfaat penggunaan dan kegunaan, memberikan contoh-contoh, latihan dan test
·         Confidence ( percaya diri ) merasa dirinya kompeten atau mampu adanya keberhasilan yang dicapai diantaranya : meningkatkan harapan siswa untuk berhasil, materi pelajaran disusun menjai bagian-bagian kecil, menumbuh kembangkan kepercayaan siswa.
·         Satisfaction ( kepuasan ) keberhasilan dalam mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, strateginya : gunakan pujian dan umpan balik, beri kesempatan untuk mempraktekan apa yang baru dipelajari, menugasi yang mengusai untuk membantu sesame teman, suruh siswa membandingkan prestasinya dengan prestasi sebelumnya.

Adapun factor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dapat digolongkan dalam beberapa factor antara lain :
·         Factor dari luar diri pembelajaran ( nonsosial ) : keadaan udara, suhu, cuaca (pagi, siang, sore ), tempat atau letak, gedung yang dipakai, dan alat-alat belajar.
·         Factor dari luar (social ) ; keadaan lingkungan sekitar ( ada suara gaduh, bercakap-cakap, dan sleweran ).
·         Factor fisiologis : keadaan tonus jasmani ( nutrisi, penyakit kronis, keadaan fisiologis tertentu terutama fungsi panca indra)
·         Factor ficikologis dalam belajar : adanya rasa ingin tahu,  sifat kreativ yang ingin maju, ingin mendapatkan simpati dan ingin memperbaiki kegagalan.
·         Adanya kebutuhan fisik, rasa aman, akan dicintai, kehormatan, dan aktualisasi diri.

JENIS DAN SIFAT MOTIVASI

1.Jenis Motivasi

a.Motif Primer

Motif primer atau motif biogenetis merupakan motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organism demi kelanjutan atau untuk mempertahankan kehidupannya secara biologis.Motif ini bersifat universal artinya tidak terikat pada umur,jenis kelamin,suku,daerah dan lain-lain.Motif ini juga tidak terikat pada lingkungan kebudayaan tempat orang hidup dan berkembang,maka motif ini sifatnya asli dan berkembang dengan sendirinya.Semua orang mempunyai motif ini yang sama jenisnya,namun setiap manusia mempunyai reaksi yang berbeda-beda dalam menanggapi motif-motif jenis ini.
Yang termasuk dalam jenis motif ini ialah motif-motif yang berasal dari kebutuhan organism makhluk hidup dan yang bertujuan untuk pemuasan kebutuhan organism,yaitu:lapar,haus,bernafas,seks dan istirahat.
b.Motif Sekunder atau Sosiogenetis

Motif sosiogenetis berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang berada dan berkembang.Motif jenis ini timbul sebagai akibat dari interaksi social dengan orang atau hasil kebudayaan. Dengan kata lain,motif sosiogenetis tergantung pada hubungan manusia dengan lingkungannya.Karena motif ini bergantung pada lingkungan,maka motif ini sangat bervariasi.Bila ditelusuri terus sampai sedalam-dalamnya,motif sosiogenetis seringkali juga bersumber pada motif biogenetis.
Jadi memang diakui bahwa motif sosiogenetis juga mempunyai hubungan dengan motif biogenetis tetapi hubungan itu bersifat tidak langsung.
Secara garis besar motif sosiogenetis dapat dibagi menjadi dua,yaitu motif darurat dan motif objektif.Motif darurat timbul karena keadaan lingkungan sangat mendorong individu untuk mengambil tindakan darurat yang diperlukan,sedangkan motif objektif adalah motif yang diarahkan untuk dapat berhubungan dengan orang-orang atau hal-hal yang berada di dalam lingkungannya.Dapat juga dikatakan bahwa motif darurat muncul untuk mengatasi lingkungan/menaklukkan lingkungan,terutama untuk membela diri dalam keadaan darurat,sedangkan motif objektif bertujuan semata-mata untuk berhubungan dengan lingkungan dan muncul tidak dalam keadaan darurat.

1.Motif Darurat
Yang dapat digolongkan dalam motif darurat adalah sebagai berikut:
a.Motif untuk melepaskan diri dari bahaya
b.Motif untuk melawan
c.Motif untuk mengatasi rintangan
d.Motif mengejar
2.Motif objektif
a.Motif eksplorasi
b.Motif manipulasi




BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN

            Motivasi merupakan sutu dorongan jiwa atau hasrat untuk melakukan kegiatan belajar, dalam mengembangkan motivasi belajar siswa harus mampu dalam melakukan pola fikir yang positif agar tercapainya cita-cita dan aprealisasi siswa dalam mencapai tujuan.
            Dalam hakikat motivasi meliputi tentang pengertian motivasi dan pentingnya tentang motivasi itu sendiri dalam upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang berasal dari jiwa agar dapat berkembang dan mempunyai kemampuan dalam proses belajar.
Disamping itu juga motivasi sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan hal-hal : minat, kesadaran, semangat, keinginan, cita-cita, kesukaan, kebutuhan untuk berprestasi dan dorongan rasa ingin tahu.

















DAFTAR PUSTAKA

Davies, Ivor K.(1987).Pengelolaan Belajar : Seri Pustaka Teknologi Pendidikan Nomor 8. Jakarta : Rajawali Pers

Martin Handoko(1992) . Motivasi : Daya Penggerak Tingkah Laku . Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Nasution, S. ,(1971) . Didaktik : Azas-Azas Mengajar .  Bandung : Penerbit Jemmars

Ratna Wilis Dahar (1989) . Teori-Teori Belajar . Jakarta : Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar