BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Berani gagal, ungkapan
yang jarang kita dengar… Kegagalan adalah sukses yang tertunda, itulah yang
sering kita dengar. makalah ini menyajikan pemikiran yang dapat memotivasi diri anda untuk selalu
bangkit dari kegagalan. Mungkin kami dapat menginspirasi anda untuk selalu
tidak menyerah dalam menghadapi segalah masalah. Kehidupan itu seperti roda,
jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses anda yang tertunda. Sukses
tidak hanya dilihat dari banyaknya harta tetapi dari berapa banyak usaha kita
untuk mencapai kesuksesan itu.
Motivasi merupakan
salah satu factor penting yang mempengaruhi belajar individu yang bagian dari
sistem pendidikan yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen sistem lainnya.
Tanpa adanya dorongan jiwa untuk melakukan suatu kegiatan belajar.
Dalam keadaan yang
strategis, motivasi memiliki fungsi dalam dunia pendidikan;, motivasi memiliki
konstribusi besar dan strategis bagi individu dalam pola mengembangkan
kemampuan dan kematangan dalam menyiasati setiap permasalahan.. Sehingga ilmu
pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan dalam kerangka menciptakan situasi
kondusif, dinamis dan kostruktif tatanan dunia ini berlangsung secara kontinum.
Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup
ini adalah proses. Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata
adalah proses dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita
hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang kita
lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang dilakukan, selebihnya
terserah Allah SWT.
B.
PERUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud motivasi ?
2. Apa yang menjadi landasan
Teori-Teori Tentang motivasi ?
5. Apa Unsur-Unsur yang
mempengaruhi Motivasi Belajar ?
6. Bagaimana Cara meningkatkan
Motivasi belajar ?
7. Tindakan apa yang harus
dilakukan untuk memotivasi siswa ?
8.Bagaimana pengaplikaian Model
ARCS dalam pembelajaran ?
9..Jenis dan Sifat Motivasi ?
C. TUJUAN PENULISAN MAKALAH
1. Memahami pengertian Motivasi
2. Mengetahui landasan
pengembangan Motivasi
3. Menjelaskan komponen-komponen
Motivasi Belajar
4.Mengetahui Unsur-Unsur yang
mempengaruhi motivasi belajar
5. Menjelaskan model atau
Aplikasi belajar
6.Menjelaskan cara meningkatkan
motivasi belajar siswa
7. Mengetahui Tindakan untuk
memotivasi siswa
8. Memahami Jenis dan Sifat Motivasi
BAB
II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN
MOTIVASI DAN TEORI-TEORI MOTIVASI
1.
Pengertian Motivasi
Motivasi
merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi belaj dalam dunia
pendidikan. akan tetapi makna secara lengkapmasih sering dikacaukan dengan
istilah-istilah lain yang hamper mirip baik cara mengucapkan maupun ejaannya.
Seperti motif yang terdapat dalam bidang seni lukis, yang berarti tema atau
motion yang terdapat dalam bidang film yang berarti gerak.
Menurut Echols dan Shadily, motivasi
dapat disamakan dengan motif. Keduanya termasuk jenis kata benda yang berarti
alas an, sebab, daya batin, dorongan. Sedangkan menurut Marriam Webster berpendapat bahwa kata motif berasal dari bahasa
latin :yaitu, Matus yang berarti sebagai suatu yang menyebabkan seseorang
bertindak. Motifasi diartikan sebagai tindakan seseorang atau proses memberikan
dorongan.
Bruno berpendapat
bahwa motif dapat disamakan dengan organism untuk menentukan suatu
pilihan-pilihannyadan prilaku yang beroreantasi pada tujuan.
Sedangkan Kartono dan dali gulo berpendapat bahwa
motivasi mengandung dua arti yaiti:
1. Kontrol
batiniah dari tingkah laku seperti yang dimiliki oleh kondisi-kondisi
fisiologis, minat-minat, kepentingan-kepentingan, sikap dan opini.
2. Kecendrungan
organism untuk melakukan sesuatu sikap atau prilaku yang dipengaruhi oleh
kebutuhan dan diarahkan kepada tujuan tertentu yang telah direncanakan.
2 .Teori-Teori Tentang Motivasi
Motivasi Merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan tingkah
laku manusia. Tikah laku manusia yang satu berbeda dengan preode yang lain,
adapun keenam teori tersebut ialah: Teori kognitif,Teori hedonisme, Teori
insting, Teori psikoanalitis, Teori keseimbangan, Teori dorongan. Adapun
pengertian keenam teori tersebut ialah:
a.Teori Kognitif
Menurut Ratna Willis Dahar,konsep kognitif dapat di
artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir
insight,reasoning,menggunakan logika induktif dan deduktif.Dengan demikian
menurut pandangan teori kognitif,manusia adalah makhluk rasional,demikianlah
pandangan dasar para penganut teori ini.Berdasarkan rasionya manusia bebas
memilih dan menentukan apa yang akan dia perbuat.Tingkah laku manusia
semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya.Semakin inteligen dan
berpendidikan,otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya,dan
secara sadar pula akan melakukan perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan
atau kebutuhan tersebut.
Menurut teori ini,tingkah laku tidak di gerakan oleh
apa yang disebut motivasi,melainkan oleh rasio.Setiap perbuatan yang akan
dilakukannya sudah dipikirkan alasan-alasannya.Oleh karena itu setiap orang
sungguh-sungguh bertanggung jawab atas segala perbuatannya.Disini tidak dikenal
perbuatan-perbuatan yang berbeda diluar control rasio.
Pandangan di atas adalah pandangan para filsuf kuno
seperti sokrates,plato,dan Thomas Aquinas.Bahkan pandangan ini pada masa yang
silam hamper menjadi pandangan umum dikalangan masyarakat.
Didalam teori ini juga juga diletakkan pentingnya
fungsi kehendak.Bahkan fungsi kehendak disejajarkan dengan fungsi berpikir dan
fungsi perasaan,sejauh fungsi berpikir dapat dipertanggungjawabkan.Teori ini
tidak menyadari bahwa kadang-kadang tindakan manusia itu berada diluar control
rasio,sehingga sukar mempertanggungjawabkannya.Disinilah justru letak kelemahan
teori ini,yaitu tidak dapat menerangkan tindakan-tindakan yang berada diluar control
rasio.Apakah tindakan-tindakan semacam ini tidak termasuk dalam tingkah laku
manusia?Hal ini akan terjawab bila konsep motivasi mendapat tempat dibelakang
setiap tingkah laku,baik yang disadari maupun yang tidak disadari.
b.Teori Hedonisme
Teori ini mengatakan bahwa segala perbuatan
manusia,entah itu disadari ataupun tidak disadari,entah itu timbul dari
kekuatan luar ataupun kekuatan dalam,pada dasarnya mempunyai tujuan yang
satu,yaitu mencari hal-hal yang menyakitkan.Meskipun orang dapat mengatakan
berbagai macam alasan yang bagus,namun sebenarnya segala perbuatannya hanya
mempunyai satu tujuan,yaitu mencari hal-hal yang menyenangka.
Teori ini sangat berpengaruh pada abad XVIII dan
XIX.Para pendukung teori ini antara lain adalah John Locke.Teori ini mendapat
banyak kritik dari para ahli psikologi,karena sangat menggantungkan diri pada
pengalaman seseorang saja,sehingga sifatnya sangat subjektif.Sulit sekali
dikatakan bahwa secara objektif tindakan seseorang itu selalu mencari hal-hal
yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan.Mungkin saja oleh
seseorang suatu tindakan dipandang mencari keenakan tetapi oleh orang lain
justru dipandang sebaliknya.
Dengan kata lain,teori ini dipandang kurang ilmiah
karena hanya mendasarkan diri pada pengalaman subjektif manusia.Meskipun
demikian diakui pula oleh umum bahwa memang banyak tindakan kita yang sangat
sesuai dengan teori hedoistis ini.Oleh karena itu tidak mengherankan jika teori
ini sampai saat ini pun masih mempunyai pengaruh yang besar di dalam
masyarakat.
Tahun-tahun belakangan ini teori hedonistis diberi
arti baru sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.Dalam hal ini,Mc.Clelland
member pengertian baru dalam teori hedonistis.Adapun pokok pikirannya adalah
sebagai berikut:
Semua rangsang yang terdapat di lingkungan sekitar
kita pada hakikatnya menimbulkan keadaan nikmat atau keadaan sakit.Rangsang
yang menimbulkan keadaan nikmat/enak menyebabkan seseorang bereaksi mendekati
rangsang itu.Sebaliknya rangsang yang menimbulkan keadaan tidak enak
menyebabkan reaksi menjauh.Masalah rasa enak atau tidak enak yang di alami oleh
seseorang itu banyak tergantung pada adaptasi seseorang dengan rangsang yang
mendahuluinya.Sebagai contoh,orang tidak akan begitu merasa terganggu dengan
suara mesin yang sangat membisingkan,bila suara itu sudah biasa didengar setiap
hari.Tetapi bagi orang yang belum pernah mendengarkannya,suara itu akan dirasa
sangat menyakitkan.
Jika dikaitkan masalah motivasi,dapat dikatakan bahwa
tindakan seseorang sangat tergantung pada antipasti/ekspektansi seseorang
terhadap objek/rangsang yang dihadapinya.Antipasi yang positif terhadap
rangsang akan menimbulkan reaksi mendekat,sedangkan antipasti negative terhadap
suatu rangsang akan menimbulkan reaksi menjauh.Suatu objek/rangsang yang diduga
akan membawa rasa nikmat/enak akan menimbulkan reaksi mendekat.
Dengan kata lain,menurut teori hedoistis yang
diperbaharui ini reaksi seseorang/tingkah laku seseorang dapat dibedakan
menjadi dua yaitu tingkah laku mendekati rangsang yang dirasa akan membawa
keenakan dan tingkah laku menjauhi rangsang yang dirasa akan membawa rasa tidak
enak.Unsur pokok motivasi adalah antipasti.Teori hedonistis ini menggunakan
“affectivearousal model” yang intinya mengatakan bahwa setiap rangsang pada
hakikatnya telah membawa keadaan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak.
c.Teori Insting
Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang telah
membawa “kekuatan biologis” semenjak lahirnya.Kekuatan biologis inilah yang
membuat seseorang bertindak menurut cara tertentu,demikianlah dasar pemikiran
teori insting.Kekuatan instingtif inilah yang seolah-olah memaksa seseorang
untuk berbuat dengan cara tertentu,untuk mengadakan pendekatan kepada rangsang
dengan cara tertentu.
Teori ini berkembang pesat pada waktu Darwin
mencetuskan teori evolusinya.Dalam teori evolusinya Darwin mengatakan bahwa
antara manusia dan binatang tidak ada perbedaan yang tajam,karena pada
hakikatnya manusia merupakan hasil evolusi seperti halnya binatang,lebih-lebih
binatang tingkat tinggi.Tingkah laku binatang disebut tingkah laku
instingtif,karena binatang tidak mempunyai pikiran.Segala tingkah lakunya
didasarkan pada kekuatan biologis yang dibawa sejak lahir.Karena manusia tidak
jauh berbeda dengan binatang,maka tingkah laku manusia pun bisa disebut
berdasarkan instingtif.
Teori ini sangat bertentangan dengan teori
rasionalis.Kalau teori rasionalis menekankan fungsi pikiran manusia sebagai
penentu tingkah laku manusia,teori instinglah menyatakan bahwa pikiran manusia
pun dikuasai oleh insting,atau dengan kata lain,pikiran manusia pun
dikendalikan oleh insting.
Pada umumnya para ahli psikologi dapat menerima
pendapata bahwa sebagian tingkah laku manusia memang ditentukan oleh
instingnya,misalnya saja tingkah laku anak yang baru saja lahir.Pada waktu anak
lahir,fungsi pikiran tentu saja belum berjalan,namun anak toh berbuat
sesuatu.Tingkah laku anak pada waktu itulah yang dapat dikatakan tingkah laku
instingtif.
d.Teori Psikoanalitis
Teori psikoanalitis merupakan pengembangan teori
insting.Dalam teori ini pun diakui adanya kekuatan bawaan didalam diri setiap
manusia,dan kekuatan bawaan inilah yang menyebabkan dan mengarahkan tingkah
laku manusia.Anak merasa jengkel,ia akan menggigit tangannya sendiri atau
memukul kepalanya sendiri.Bukti-bukti tersebut menunjukan bahwa baik insting
kehidupan maupun insting kematian telah bekerja sejak anak masih kecil.
Tingkah laku-tingkah laku yang didorong oleh kedua
insting dasar tadi seringkali tidak sesuai dengan norma-norma sopan santun yang
terdapat dilingkungan masyarakat.Oleh karena itu tidak jarang para orang tua
memberikan larangan-larangan dan batasan-batasan terhadap beberapa tingkah laku
yang sekirannya bertentangan dengan norma sopan-santun yang berlaku.
Sebagai akibat dari batasan dan larangan terhadap
kebebasan berbuat atas dorongan kedua insting tersebut terbentuklah apa yang
disebut kompleks terdesak,yaitu kumpulan tingkah laku yang ditekan karena tidak
pantas dimunculkan.Kompleks terdesak ini tidak dapat diam begitu saja,melainkan
tetap mencari kesempatan ntuk dapat muncul menjadi tingkah laku overt.Kompleks
yang terdesak ini menjadi motif-motif yang tidak sadar,itulah sebabnya
seringkali orang sendiri tidak dapat mengerti,mengapa ia berbuat sesuatu
tindakan.Dalam hal seperti inilah kiranya motif tidak sadar sedang bekerja.
Motif-motif tidak sadar dapat menampakkan diri dalam
berbagai bentuk,misalnya dalam bentuk mimpi.Pada waktu bermimpi seringkali
orang merindukan sesuatu yang sebenarnya sudah dilupakan,sudah tidak disadari
lagi.Motif tidak sadar dapat juga muncul dalam bentuk salah ucap(slips of
speech).
Sesuatu yang kita tekan,yang tidak kita bicarakan
dengan orang lain tetapi yang selalu mengganggu pikiran kita,suatu ketika dapat
muncul dalam bentuk salah ucap atau salah bicara tanpa kita sadari.Kita baru
sadar setelah hal itu terjadi.Ada juga beberapa symptom penyakit,terutama
beberapa penyakit mental,yang kiranya disebabkan oleh adanya suatu kebutuhan
dalam diri seseorang.
Freud,seseorang tokoh psikoanalitis mengatakan bahwa
tingkah laku manusia ditentukan oleh kekuatan dasar yaitu:insting kehidupan dan
insting kematian.Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual
sedankan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku-tingkah laku
agresif.Insting kehidupan (Eros) mendorong orang uantuk tetap hidup dan
berkembang.Sedangkan insting kematian (Thanatos) mendorong orang kea rah
penghancuran diri sendiri,misalnya dalam bentuk bunuh diri,maupun penghancuran
diri orang lain dalam bentuk perbuatan-perbuatan agresif.
Berdasarkan dua kekuatan dasar itu Freud membagi motif
manusia menjadi dua,yaitu motif seksual dan motif menyerang.Kedua motif ini
menggerakkan tingkah laku manusia sejak lahir.Misalna saja anak kecil kalau
diraga pada bagian yang sensitive akan merasa senang.Juga kalau tidak
dipenuhi.Kebutuhan yang mendalam dan ditekan karena merasa tidak dapat
memenuhinya dapat menimbulkan suatu penyakit mental.
Pada umumnya para ahli psikologi mengaku bahwa tidak
semua tingkah laku manusia itu jelas motivasinya,namun belum berani mengatakan
bahwa terdapt motif yang tidak disadari.Paling-paling mereka mengatakan bahwa
tingkah laku manusia yang memang kurang disadari motivasinya.Oleh karena itu
kritik terhadap teori psikoanalistis ini umumnya berkisar pada keraguan bahwa
mimpi,salah ucap dan lain-lain tentu sebagai akibat dari motif yang tidak
disadari.
e.Teori Keseimbangan
Teori keseimbangan (Homeostatis) berpendapat bahwa
tingkah laku manusia terjadi adanya ketidakseimbangan didalam diri
manusia.Dengan kata lain,manusia selalu ingin mempertahankan adanya
keseimbangan didalam dirinya.Sebagai contoh,orang yang lama berada dibawah
terik matahari merasa panas,suhu tubuhnya naik sehingga terjadi keadaan tidak
seimbang(disequilibrium) maka ia segera berjalan mencari tempat yang teduh agar
suhu badan menjadi normal kembali,atau terjadi keadaan seimbang lagi.Demikian
seterusnya dimana terjadi keadaan tidak seimbang didalam diri manusia,maka
segeralah orang bertindak untuk mengembalikan keadaan sampai seimbang lagi.
Prinsip keseimbangan pada binatang bersifat
statis,sedangkan pada manusia bersifat dinamis.Bila seekor binatang merasa
lapar,yang berarti terjadi disequilibrium didalam dirinya,maka binatang
tersebut segera mencari makan dan makan sampai kenyang.Sedangkan pada
manusia,soalnya menjadi lain.Bila manusia lapar ia segera mencari makan.Tetapi
kalau ia makan sampai kenyang,ia akan mengalami disequilibrium baru yang lebih
tinggi sifatnya,misalnya lalu ingin merokok atau ingin membaca dan lain-lain.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan,bahwa tingkah
laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan,dan tingkah laku manusia
tersebut mengarah pada pencapain tujuan yang dapat memenuhi/memuaskan kebutuhan
itu.Begitu seterusnya,sehingga dapat terjadi suatu lingkaran motivasi(motivasi
circle).
Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan didalam diri
individu membuat individu yang bersangkutan melakukan sesuatu tindakan,tindakan
itu mengarah pada suatu tujuan,tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan yang ada.Bila kebutuhan yang pertama sudah terpenuhi,akan terjadilah
keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi,keadaan ini menimbulkan
kebutuhan baru dan seterusnya,sehingga manusia boleh dikatakan tidak pernah
diam.
Kebutuhan manusia secara umum dapat dibedakan menjadi dua.Yang pertama
kebutuhan biologis,yang juga biasa disebut kebutuhan primer karena kebutuhan
ini mutlak diperlukan agar manusia dapat hidup.Contoh kebutuhan primer ialah
makan,minum,bernafas,istirahat.Yang kedua ialah kebutuhan psikologis atau
sering juga disebut kebutuhan sekunder,yaitu kebutuhan yang bila dipenuhi akan
menyebabkan orang menjadi lebih bahagia hidupnya.Contoh kebutuhan sekunder
ialah:kasih saying,pujian,perasaan aman,kebebasan dan lain-lain.
Menutut A.H.Maslow,kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat
berkembang dengan baik adalah sebagai berikut:
1.
Kebutuhan biologis
2.
Kebutuhan akan rasa aman
3.
Kebutuhan akan cinta kasih dan rasa memiliki
4.
Kebutuhan akan penghargaan
5.
Kebutuhan untuk tahu
6.
Kebutuhan akan keindahan
7.
Kebutuhan akan kebebasan bertindak(aktualisasi diri)
f.Teori Dorongan
Teori dorongan menekankan pada hal yang mendorong terjadinya tingkah
laku.Bahkan sebenarnya teori keseimbangan dasarnya adalah teori dorongan
ini,dan teori keseimbangan memperkuat kebenaran teori dorongan ini.Teori
dorongan diperkenalkan oleh Robert Woodworth pada tahun 1918.Pada waktu itu
Woodworth mengartikan dorongan sebagai suatu tenaga dari dalam diri kita yang
menyebabkan kita berbuat sesuatu.Oleh karena itu kata motif juga diberi arti dorongan
yang menimbulkan dan mengarahkan tingkah laku manusia.
Dalam arti tertentu dorongan disini mirip dengan insting,misalnya saja
dorongan seksual,dorongan mencari makan karena lapar dan
seterusnya.Dorongan-dorongan seperti ini sifatnya asli,tidak perlu dipelajari,instingtif.Perbedaan
pokok antara dorongan dan insting sering kali memang tidak jelas,namun teori
dorongan ini lebih didasari oleh eksperimen-eksperimen yang teliti dan dapat
dipertanggungjawabkan.Timbulnya dorongan,bertambah kuatnya dorongan maupun
berkurangnya kekuatan dorongan dapat diukur secara objektif.Misalnya saja makin
kuat dorongan seseorang untuk makan dapat diketahui dari tekanan
darahnya,kuatnya dorongan seksual,dapat diketahui dari jumlah hormone seksual
yang beredar dalam darah dan seterusnya.
Teori dorongan ini semakin banyak diakui setelah muncul teori
homeostatis(teori keseimbangan),yang diajukan oleh ahli psikologi Walter
B.Cannon pada tahun 1932.Dalam konsep pemikiran tersebut dikatakan bahwa
seringkali terjadi ketidakseimbangan di dalam diri manusia.Dorongan adalah
salah satu usaha (otomatis) untuk dapat mengembalikan keadaan seimbang.Teori
dorongan ini pada umumnya diakui kebenarannya oleh para ahli psikologi.
B. UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI
BELAJAR
Seperti yang telah dibicarakan didepan, bahwa motivasi dapat juga timbul
melalui diri individu yang bersangkutan maupun dari orang lain atau sesuatu
yang ada diluar diri individu myang bersangkutan. Motivasi itu tidak berdiri
sendiri, akan tetapi dipengaruhi oleh beberapa unsure seperti :cita-cita siwa,
kemampuan siswa, kondisi siswa, kondisi lingkungan belajar, unsure-unsur
dinamis pembelajaran, dan upaya guru dalam membelajarkan siswa. Dibawah ini
uraian tentang unsure-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar :
a.
Cita-cita atau Aspirasi siswa ; cita-cita yang teleh
tertanam pada diri siswa merupakan motivasi yang bermanfaat untuk meningkatkan
hasil belajar. Oleh karena itu, guru perlu menanamkan cita-cita anak didik
sejak masih ditaman kanak-kanak.
b.
Kemampuan Siswa, Menurut pembawaan nya, siswa yang stu
berbeda dengan dari yang lain. Pembawaan yang berhubungan dengan pembawaan
kecakapan seseorang dalam memecahkan permasalahan disebut kemampuan.
c.
Kondisi Siswa : Kondisi seseorang dapat dibedakan dalam
kondisi psikis dan kondisi phisik. Kondisi psikis seperti perhatian, minat,
perasaan, ingatan dan semacamnya semua itu berpengaruh terhadap motivasi dalam
belajar, jika dalam keadaan normal anggota badan yang lain besar manfaatnya
untuk meningkatkan motivasi beljar.
d.
Kondisi lingkungan hidup, kondisi lingkungan seperti
tersedianya fasilitas belajar, lingkungan phisik dan lingkungan psikis. Besar
pengaruhnya terhadap usaha peningkatan motivasi belajar. Yang dimaksud dengan
fasilitas disini ialah, segala sesuatu yang secara langsung berhubungan dengan
proses belajar. Seperti alat tulis, buku bacaan, media belajar, dan semacamnya.
e.
Unsur-unsur dinamis belajar. Dalam bab satu sudah
dikemukakan bahwa unsur-unsur dinamis belajar meliputi motivasi, materi, alat
bantu, suasana dadn pengembangan belajar, dan kondisi subyek yang balajar.
Motivasi yang dating dari dalam diri siswa memang besar manfaatnya, akan tetapi
jika hal tersebut tidak kunjung muncul, maka gurulah yang bertugas
memunculkannya. Materi yang disajikan hendaknya disusun sedemikian urut,
sehingga tidak menyebabkan siswa jemu. Alat bantu pengajaran harus diusahakan,
agar tidak menimbulkan verbalisme. Namun demikian alat bantu yang terlalu
banyak menyebabkan kekacauan suasana kelas, disamping guru sendiri mengalami
kerepotan. Apa lagi jika ada beberapa alat bantu yang kurang mengena. Suasana
pengajaran memerlukan ketrampilan tersendiri dari pihak guru. Hal ini dapat
dilakukan dengan menerapkan metoda dan strategi secara berganti-ganti,
disamping guru dituntut untuk menciptakan suasana selalu segar. Dalam
hubungannya dengan kondisi siswa yang belajar, guru dituntut untuk mawas.
Banyak kasus yang dating dari siswa menyebabkan kelas tidak kondusuf, seperti
misalnya anak yang selalu membuat gaduh, mengantuk, nakal, membadut, dan
semacamnya.
f.
Upaya guru dalam membelajarkan siswa. Dalam suatu
proses belajar mengajar, gurulah yang merupakan factor penggerak. Dia harus
bertindak sebagai manusia yang serba bias, baik memarahi atau memuji, menghukum
atau memberi hadiah, menanyai atu menunjuki, mengajak atau menyuruh, melarang
atau membebaskan, dan lain-lain. Untuk mengantisipasi tugas yang begitu rumit
itu, maka guru hendaknya berpegang pada hal-hal yang bersifat bijaksana. Banyak
contoh mengenai kebijaksanaan, seperti yang dikemukakan oleh Ki Hajar
Dewantara, Tut Wuri Handayani ; petunjuk astha bharata, dan lain-lain.
a. Upaya meningkatkan motivasi belajar
Ada banyak upaya dapat dilakukan
untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Disini akan dibicarakan beberapa
upaya, yaitu yang berhubungan dengan prinsip-prinsip belajar, unsure-unsur
belajar, pemanfaatan pengalaman, dan pengembangan cita-cita.
v
Mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip
belajar. Disana dikemukakan empat aliran psikologi tentang belajar, yaitu
aliran Behavioristik, Kognitif, Humanistik, dan Gestalt. Masing-masing aliran
ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Guru wajib mengetahui dan mengkaji
semua teori itu, guna mengantisipasi anak didik yang membutuhkannya.
v
Mengoptimalkan unsure-unsur dinamis belajar.
Kemampuan guru akan Nampak dalam usahanya menumbuhkan motivasi, menyajikan
materi pelajaran, memilih – mengatur – menggunakan/mendemostrasikan alat bantu,
mengusakan agar suasana belajar tetap kondusif, dan menangani serta mengarahkan
kondisi siswa.
v
Mengoptimalkan pemanfaatan pengalaman.
Pengajaran tidak akan berhasil baik jika tidak memanfaatkan pengalaman yang
sudah dimiliki. Hal ini dapat berupa bahan apersepsi, mempermudah menjelaskan (
terutama jika bahan yang bersifat prerequisite ). Kemampuan guru untuk
mengelola pengalaman awal ini sangat membantu untuk meningkatkan prestasi
siswa.
v
Mengembangkan cita-cita. Cerita tentang
orang-orang terkenal atau para tokoh yang berhasil, perlu dijelaskan kepada
siswa guna memberikan harapan-harapan yang dapat diperoleh dengan usaha yang
keras. Dengan demikian guru akan memberikan penguatan atau motivasi bagi siswa
untuk belajar dan bekerja keras.
b. Tindakan untuk memotivasi siswa
Tindakan
untuk memotivasi siswa merupakan suatu proses yang sangat penting bagi individu
untuk membentuk jiwa atau hasrat untuk melakukan suatu kemampuan. Adapun
beberapa tindakan yang dapat memotivasi siswa diantaranya ialah
·
Terimalah siswa sebagaimana apa adanya
·
Berilah siswa kepercayaan dan bantulah mereka
untuk menjadi berani ( terdorong )
·
Berilah penekanan pada hal-hal positif
·
Bantulah siswa menilai diri mereka sendiri dan
kurangi persaingan ( kompetisi )
·
Libatkan siswa untuk membantu satu sama lain
C. Model-model pengembangan aplikasi dalam
pembelajaran
·
Attention ( perhatian ) pembelajaran supaya
menarik perhatian siswa, dapat dilakukan dengan metode variasi, metode yang
menarik, ada humor, contoh nyata, dan Tanya jawab.
·
Relevance (relevansi ) ada hubungan antara
materi dengan kebutuhan dan kondisi siswa : nilai personal, nilai instrumental,
nilai cultural : menjelaskan manfaat penggunaan dan kegunaan, memberikan
contoh-contoh, latihan dan test
·
Confidence ( percaya diri ) merasa dirinya
kompeten atau mampu adanya keberhasilan yang dicapai diantaranya : meningkatkan
harapan siswa untuk berhasil, materi pelajaran disusun menjai bagian-bagian
kecil, menumbuh kembangkan kepercayaan siswa.
·
Satisfaction ( kepuasan ) keberhasilan dalam
mencapai tujuan akan menghasilkan kepuasan, strateginya : gunakan pujian dan
umpan balik, beri kesempatan untuk mempraktekan apa yang baru dipelajari,
menugasi yang mengusai untuk membantu sesame teman, suruh siswa membandingkan
prestasinya dengan prestasi sebelumnya.
Adapun factor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran dapat
digolongkan dalam beberapa factor antara lain :
·
Factor dari luar diri pembelajaran ( nonsosial )
: keadaan udara, suhu, cuaca (pagi, siang, sore ), tempat atau letak, gedung
yang dipakai, dan alat-alat belajar.
·
Factor dari luar (social ) ; keadaan lingkungan
sekitar ( ada suara gaduh, bercakap-cakap, dan sleweran ).
·
Factor fisiologis : keadaan tonus jasmani (
nutrisi, penyakit kronis, keadaan fisiologis tertentu terutama fungsi panca
indra)
·
Factor ficikologis dalam belajar : adanya rasa
ingin tahu, sifat kreativ yang ingin
maju, ingin mendapatkan simpati dan ingin memperbaiki kegagalan.
·
Adanya kebutuhan fisik, rasa aman, akan
dicintai, kehormatan, dan aktualisasi diri.
JENIS DAN SIFAT MOTIVASI
1.Jenis Motivasi
a.Motif Primer
Motif primer atau motif biogenetis merupakan
motif-motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organism demi kelanjutan atau
untuk mempertahankan kehidupannya secara biologis.Motif ini bersifat universal
artinya tidak terikat pada umur,jenis kelamin,suku,daerah dan lain-lain.Motif
ini juga tidak terikat pada lingkungan kebudayaan tempat orang hidup dan
berkembang,maka motif ini sifatnya asli dan berkembang dengan sendirinya.Semua
orang mempunyai motif ini yang sama jenisnya,namun setiap manusia mempunyai
reaksi yang berbeda-beda dalam menanggapi motif-motif jenis ini.
Yang termasuk dalam jenis motif ini ialah motif-motif
yang berasal dari kebutuhan organism makhluk hidup dan yang bertujuan untuk
pemuasan kebutuhan organism,yaitu:lapar,haus,bernafas,seks dan istirahat.
b.Motif Sekunder atau Sosiogenetis
Motif sosiogenetis berasal dari lingkungan kebudayaan
tempat orang berada dan berkembang.Motif jenis ini timbul sebagai akibat dari
interaksi social dengan orang atau hasil kebudayaan. Dengan kata lain,motif
sosiogenetis tergantung pada hubungan manusia dengan lingkungannya.Karena motif
ini bergantung pada lingkungan,maka motif ini sangat bervariasi.Bila ditelusuri
terus sampai sedalam-dalamnya,motif sosiogenetis seringkali juga bersumber pada
motif biogenetis.
Jadi memang diakui bahwa motif sosiogenetis juga mempunyai hubungan
dengan motif biogenetis tetapi hubungan itu bersifat tidak langsung.
Secara garis besar motif sosiogenetis dapat dibagi
menjadi dua,yaitu motif darurat dan motif objektif.Motif darurat timbul karena
keadaan lingkungan sangat mendorong individu untuk mengambil tindakan darurat
yang diperlukan,sedangkan motif objektif adalah motif yang diarahkan untuk
dapat berhubungan dengan orang-orang atau hal-hal yang berada di dalam
lingkungannya.Dapat juga dikatakan bahwa motif darurat muncul untuk mengatasi
lingkungan/menaklukkan lingkungan,terutama untuk membela diri dalam keadaan
darurat,sedangkan motif objektif bertujuan semata-mata untuk berhubungan dengan
lingkungan dan muncul tidak dalam keadaan darurat.
1.Motif Darurat
Yang dapat digolongkan dalam motif darurat adalah sebagai berikut:
a.Motif untuk melepaskan diri dari bahaya
b.Motif untuk melawan
c.Motif untuk mengatasi rintangan
d.Motif mengejar
2.Motif objektif
a.Motif eksplorasi
b.Motif manipulasi
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Motivasi
merupakan sutu dorongan jiwa atau hasrat untuk melakukan kegiatan belajar,
dalam mengembangkan motivasi belajar siswa harus mampu dalam melakukan pola
fikir yang positif agar tercapainya cita-cita dan aprealisasi siswa dalam
mencapai tujuan.
Dalam
hakikat motivasi meliputi tentang pengertian motivasi dan pentingnya tentang
motivasi itu sendiri dalam upaya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang
berasal dari jiwa agar dapat berkembang dan mempunyai kemampuan dalam proses
belajar.
Disamping itu juga
motivasi sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan hal-hal :
minat, kesadaran, semangat, keinginan, cita-cita, kesukaan, kebutuhan untuk
berprestasi dan dorongan rasa ingin tahu.
DAFTAR
PUSTAKA
Davies, Ivor K.(1987).Pengelolaan Belajar : Seri Pustaka Teknologi Pendidikan Nomor 8.
Jakarta : Rajawali Pers
Martin Handoko(1992) . Motivasi : Daya Penggerak Tingkah Laku . Yogyakarta : Penerbit
Kanisius.
Nasution, S. ,(1971) . Didaktik : Azas-Azas Mengajar . Bandung : Penerbit Jemmars
Ratna Wilis
Dahar (1989) . Teori-Teori Belajar .
Jakarta : Penerbit Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar